Wednesday, October 16, 2013

Allianz Jakarta Heart Run 2013


Allianz Jakarta Heart Run (AJHR) adalah ajang lomba lari nostalgia buat saya. Di AJHR 2012lah pertama kalinya saya mengikuti lomba lari jalan raya dan langsung merasakan sensasi runner's high yang bikin kecanduan. Maka ketika mengetahui pendaftaran AJHR 2013 dibuka saya kembali mendaftarkan diri untuk nomor 5Km..

AJHR 2013 dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober. Saya akan mencoba membuat perbandingan ajang AJHR 2012 dengan AJHR 2013.


1. Proses Pendaftaran
Untuk proses pendaftaran hampir sama dengan tahun lalu bisa online dan offline. Yang lain untuk tahun ini peserta yang sudah daftar namanya tercantum di situs AJHR.


2. Race Pack
Tahun ini race pack-nya lebih oke punya. Kaus lari masih sama dari Reebok tapi sekarang sudah bisa memilih ukurannya mulai dari S sampai XL. Bib tahun ini sudah dilengkapi dengan RFID Tag System.


3. Persiapan Dan Start
Jika tahun lalu garis start/finish AJHR dilaksanakan di sekitar silang Monas, tahun ini pindah ke plasa selatan GBK. Sama seperti tahun lalu, tak sulit menemukannya sebab cukup banyak petunjuknya. Lantaran tahun lalu pelaksanaan AJHR sangat molor maka kali ini saya datang agak siang. Nyaris jam setengah 7. Ternyata peserta AJHR rajin-rajin datang pagi sehingga saya kebagian posisi start di barisan belakang. Menurut jadwal, nomor 10km start pada pukul 6.30. Mulanya saya pesimis akan ketepatan waktu sebab pada pukul 6.25 baru mulai aneka sambutan. Namun rupanya para pemberi sambutan hanya pidato tak lebih dari 3 kalimat sehingga pukul 6.33 rombongam pelari 10km bisa dilepas. Seharusnya pelari 5km start pada pukul 6.45 namum ternyata jam 6.35 bendera start sudah dikibarkan. Sepintas tampak baik karena lebih cepat dari jadwal (tumben) tapi sebetulnya ini awal dari kekacauan.


4. Pelaksanaan Lomba
Memulai lomba dari barisan belakang merupakan sebuah perjuangan apalagi jalur di jalan Pintu 1 GBK sempit sehingga sulit untuk menyalip. Tahun lalupun saya mulai dari belakang namun jalan Thamrin yang lebar sangat memungkinkan untuk bermanuver ke kiri dan kanan. Keadaan diperparah akibat jarak start 5Km dan 10km yang terlalu berdekatan. Setelah melewati beberapa peserta 5km ternyata harus berhadapan dengan rombongan 10km terbelakang.

Memasuki jalan Asia Afrika dan Gerbang Pemuda harapan untuk mendapatkan ruang yang lebih lebar tidak terwujud. Rupanya kedua jalan tersebut tidak ditutup total, AJHR hanya menggunakan 1 jalur saja. Di jalur sempit ini terjadi penumpukan peserta 5km dengam 10km. Kondisi ini selain merusak pace juga membuat peserta jadi harus extra waspada karena di sisi sebelah jalur lari banyak kendaraan lalu lalang. Tak ada tali atau cone atau alat apapun yang memisahkan jalur pelari dengan jalur kendaraan, situasi yang amat membahayakan peserta. Tapi itu belum puncaknya bahaya. 

Menjelang fly over JCC jalanan menyempit, alhasil pelari dan kendaraan mulai rebutan jalan. Demi keamanan, saya memilih untuk naik ke trotoar yang berarti harus mengurangi kecepatan karena banyak pelari lain yang naik ke trotoar juga. Marshal? Ada sih tapi di titik ini dia ada di pinggir jalan dan tak berdaya. Di U turn fly over JCC adalah tempat putar balik peserta sekaligus lokasi check point. Disinilah terjadi rebutan gantungan penanda telah melewati check point karena kurangnya marshal yang bertugas disitu. Ketidaksigapan petugas air minum juga amat sangat menghambat peserta. 

Sebetulnya setelah memasuki jalan Asia Afrika arah balik kepadatan peserta lari mulai berkurang sehingga saya berencana menambah pace untuk memperbaiki waktu yang banyak terbuang oleh hambatan sebelumnya, namun sayangnya napas sudah memendek. Padahal baru berlari sekitar 3km lebih, sepertinya saya terlalu banyak menghirup polusi kendaraan bermotor.

Jika di race tahun lalu merasakan sensasi runner's high maka di lomba kali ini justru saya merasakan frustasi. Tepatnya saat kembali ke jalan Pintu 1 GBK, disini jalanan kembali menyempit dan tak steril dari kendaraan. Beberapa kali harus berjalan dan bahkan berhenti karena terhalang oleh kendaraan yang keluar-masuk komplek GBK. Tekad untuk memperbaiki catatan waktu buyar sudah. Yang tersisa hanyalah niat cukup sampe finish dan ambil medalinya saja. Setibanya di garis finish saya melirik ke timer dan hasilnya memang
lebih buruk dari tahun lalu.


5. Area Finish dan Refreshment
Area finish cukup lebar dan relatif bersih dari kerumunan karena finisher langsung diarahkan ke area refreshment. Disana sudah tersedia minumam dan pisang serta petugas pembagi medal. Selanjutnya peserta bisa main-main ke booth sponsor yang mengadakan aneka kegiatan berhadiah. Kekesalan agak terobati oleh medali finisher yang keren. Paling keren dari yang pernah saya dapat.


Sebetulnya secara umum AJHR sudah banyak peningkatan dari tahun lalu. Hanya saja pemilihan rute lomba yang kurang tepat menjadi cacat yang fatal.

Sunday, October 6, 2013

Jakarta R.A.C.E.

Jakarta R.A.C.E., Race Against Cancer Everyone, gw tertarik banget sama event ini karena good causenya. Dana yang dikumpulkan dari event registration dipakai untuk membantu research pengobatan kanker. Bebas mau lari, naik sepeda, roller blade, skate board, even dengan wheel chair di track 5k dan 10k. Event tahun ini adalah kali ke delapan event Jakarta R.A.C.E. 

Event lari diagendakan mulai jam 5.50 pagi, 6 Oktober 2013. Tapi praktiknya, 5.50 itu baru mulai rangkaian acara pembukaan: sambutan-sambutan, pemanasan, pelepasan balon udara baru deh start. Jadilah baru start lari jam 6.30 (gubrak!!). Acara-acara berlangsung di lapangan Jamsostek, sedang garis start dan finish di Jl. Setiabudi Utara. Nah pelari-pelari yang udah gak sabar mau lari ini mulai teriak-teriak minta langsung start padahal acara sambutan bla-bla-bla masih berlangsung. 

Sepanjang track banyak banget water station. Yay! Tapi karena start udah siang, Sudirman udah rame banget, karna ada event MandiriRun juga, selain itu banyak orang yg sepedahan dan di depan menara BCA ada event Trans TV yg ada si goyang caesar, jadi lah di situ penuh orang nonton bikin susah lari. 

Finisher medal hanya disediakan untuk 1150 finisher pertama. Pelari 5k harus menukar dengan pita hijau, pelari 10k menukar dengan pita merah. Masalahnya adalah sepanjang race gw gak merasa ada yang bagiin pita merah. (gw gak masuk 1150 pertama juga sih, tapi kan seharusnya tetep dapet pita tanda check point dong ya).

Dengan start yang siang gw pribadi jadi gak bersemangat ditambah dengkul kiri bagian luar agak sakit. Ini kali kedua gw sakit di bagian yg sama. Catatan Garmin gw hanya 7.7km sampe finish. Diskonnya banyak amat :(

But well, i run for a good cause, that can never go wrong :)

See you at the next race!!