Thursday, November 21, 2013

#BajakJKT Training Sesi 2



#BajakJKT merupakan salah satu rangkaian dari seri Nike We Run 2013 yang diadakan di berbagai kota besar dunia. Ajang Nike We Run dimulai dari Prague, Czech Republic pada tanggal 31 Agustus dan ditutup tanggal 15 Desember nanti di Jakarta. Yang special selain jadi seri penutup, We Run di Jakarta ini punya misi besar yaitu membajak Jakarta dengan virus lari. Makanya dikasih nama #BajakJKT, cukup keren menurutku.

Untuk pemanasan jelang lomba di tanggal 15 Desember nanti, panitia mengadakan 3 kali sesi training bagi para pendaftar yang beruntung. Sesi pertama diadakan di Sultan Residence. Tidak cuma sekedar training biasa tapi ada kejutannya yaitu berlatih dan berlari vertical bersama Allyson Felix. Ahhh… itu keren banget, Allyson Felix sang ratu lari gawang, peraih medali emas olimpiade, juara dunia di nomornya. Kalo sama doski sih vertical run setinggi 30 lantai dijabanin dengan iklas deh. Baca keseruan orang-orang yang beruntung terundang ke sesi training pertama bikin saya harap-harap cemas semoga terundang untuk sesi training kedua.
Ukuran tubuh mbak Allyson gak beda jauh sama orang Indonesia

Aha… Ternyata saya mendapatkan SMS undangan untuk sesi training kedua yang diselenggarakan di Ancol pada minggu (17 November) pagi. Tanpa buang waktu langsung konfirmasi kesediaan saya untuk hadir. Walaupun di minggu pagi itu Jakarta diguyur gerimis pengundang tidur, saya dan Riska tetap berangkat ke Ancol dengan penuh semangat. Jika di training sesi pertama peserta diajak vertical run, saya membayangkan akan diajak lari diatas pasir macam di film-film Hollywood.

Setelah menunggu peserta lengkap dan kelar urusan registrasi ulang. Kami para peserta diajak melakukan stretching dan dynamic warm-up dibawah pengawasan trainer dari Nike. Gak lama sih cuma sekitar 15 menitan tapi langsung bikin keringet bercucuran padahal saat itu hawanya adem dengan sedikit gerimis. Oh ya kita juga dikasih tips cara berlari yang benar, yaitu dengan menggunakan bola kaki (toes) bukan tumit (heels). Setelah itu kita diajak untuk berlari interval sejauh 3 km. Agak stress pas denger penjelasan awalnya karena ngga lari biasa tapi nantinya ditengah-tengah akan ketemu rintangan (ngga tau namanya, semacam hurdle tapi mini banget) setelah itu masih harus lari dengan high knee dan 200M sprint. Tapi setelah dilakukan ternyata bener-bener menyenangkan, tidak sesulit yang saya duga sebelumnya.

Larinya dibagi 5 Kelompok dipimpin oleh seorang trainer. Awalnya masih berlari dalam kelompok tapi menjelang kilometer satu udah mulai bubar sesuai pacenya masing-masing. Suasana pagi di Ancol asik juga buat lari, hawanya  masih cukup sejuk dan memberikan suasana lain bagi saya yang biasanya cuma lari di CFD Sudirman. Rutenya ngiter-ngiter jalanan dekat pantai Ancol dan selesainya di dermaga Marina Ancol. Seru banget pas mau finish panitia dan pelari lain yang sudah kelar ngasih teriakan penyemangat dan hi-five begitu sampe finish. Dan tentu saja sambutan tersegar datang dari tumpukan pisang dan minuman dingin.
Sebetulnya sampai sini pun kita sudah cukup puas dan bahagia dengan sesi trainingnya tapi ternyata itu baru pembukaannya. Kejutan training sesi 2 adalah peserta diajak untuk membajak sebuah pulau…
Ke pulau? wooo...hooo...

Yak ke pulau naek kapal keren (semacam Yacht dengan interior mirip bus pariwisata premium) woo..hoo…  Jadi ceritanya kalau di training sesi 1 Bajak Gedung maka di sesi 2 ini adalah Bajak Pulau. Perjalanan ke pulau juga penuh keriaan. Setiap kali kapal berguncang karena menabrak ombak disambut dengan jeritan para penumpangnya. Bukan jeritan takut tapi lebih kearah jeritan antusias. Pulau yang dituju adalah pulau Onrust. Luasnya tidak lebih besar dari GBK namun cukup rindang dengan pepohonan dan beberapa runtuhan bangunan tua.

Di Onrust peserta diajak melakukan games kelompok saling merebut “nyawa” lawan. Semacam Zombie Run minus zombienya. Kembali dibagi lima kelompok, tiap-tiap kelompok pakai vest warna-warni yang belakangnya ditempel nomor sebagai symbol nyawa. Permainan ini gak jauh-jauh dari lari juga karena peserta harus berlari untuk menyelamatkan diri maupun mengejar lawan. Bahkan ada instruktur yang bilang justru pas games begini larinya peserta malah lebih kenceng daripada pas latihan sprint di Ancol. Yaiyalah mbak, ceritanya juga dikejer pencabut nyawa, Run For Your Life lah. Memang sih Cuma permainan belaka tapi panitia sudah siap mengantisipasi jika permainan berubah jadi ajang bunuh-bunuhan serius dengan membawa tim medis dengan personil lengkap.
Ini sih baru pemanasan, formasi masih rapi belum kocar-kacir

Kelar game kejer-kejeran, nafas bentar, langsung diajak buat ngeNTC (Nike Training Club, semacam sirkuit training ala Nike). Ya Tuhan siksaan macam apa pula ini??? Ngga nyiksa koq, fun malah. Gerakannya cuma yang basic-basic aja, kalo capek ngga ada instruktur yang mecut juga. Setelah berbagai aktivitas fisik yang membakar banyak kalori panitia nyediain snack yang cukup sepadan yaitu roti sandwich. Sebelum pulang kembali ke Jakarta, tentunya ada sesi foto-foto baik bersama maupun sendiri-sendiri.  Sayangnya vest kuning kece yang saya gunakan harus dikembalikan ke panitia lagi.

Acara training sesi 2 ini resmi bubar ketika semua peserta kembali menginjakan kaki di mainland Jakarta lagi. Semuanya tampak happy. Tadinya saya pikir hanya sekedar training biasa tapi ternyata malah mendapatkan kejutan luar biasa yang tak terlupakan. Serunya maksimal, bravo buat penyelenggara #BajakJKT. Jadi penasaran keseruan apa yang kan terjadi tanggal 15 Desember nanti. Saat ini saya lagi berharap semoga panitia #BajakJKT khilaf dan kembali mengundang saya buat ikut training sesi 3 (maruk).Terima kasih Nike Indonesia, Y-Go dan semua pihak yang terkait dengan event #BajakJKT atas pengalaman luar biasa nan keren ini.
Cha geser dikit, palalu nutupin tulisan JKT-nya 




*foto diambil dari google dan koleksi pribadi*

No comments:

Post a Comment