Showing posts with label Race Review. Show all posts
Showing posts with label Race Review. Show all posts

Tuesday, November 5, 2013

Samsung S4 Run Series, Seri 3


Seri penutup Samsung #S4RunSeries diadakan di kawasan Epicentrum Rasuna. Dengan mengambil start dan Finish di GOR Soemantri Brodjonegoro. Kali ini saya mengambil nomor 5K. Walau cuma 5K tapi race kali ini terasa spesial buat saya karena berhasil mengajak 9 orang teman untuk merasakan lomba lari pertama mereka.

Sejarah ini dimulai beberapa hari seusai Samsung #S4RunSeries Seri 1, saat saya memamerkan medali dan kaus lari ke teman-teman di kantor. Mereka terlihat tertarik dengan desain medali & kausnya yang keren. Melihat reaksi positif ini saya manfaatkan untuk memprovokasi mereka buat ikutan lomba lari. Saya bilang waktu itu medalinya buat dipamerin ke anak-cucu nanti. Aha... Pancingan kena ke beberapa teman. Strategi lain yang diterapkan yaitu dengan menjual si Hanin (Sorry Nin baru ngaku). Buat yang mengeluhkan soal badan, saya bilang lari adalah cara sehat tercepat buat langsing, liat aja contohnya Hanin. Hasilnya 12 orang mendaftar Samsung #S4RunSeries mencoba pengalaman pertama ikutan lomba lari di jalan raya.

Setelah berhasil bikin teman-teman daftar selanjutnya adalah memotivasi para newbie ini kalau mereka mampu. Perasaan yang sama seperti saya dulu, merasa sangsi bisa menyelesaikan lomba. Saya bilang berdasarkan pengalaman sendiri justru nanti akan kagum ternyata kita gak selemah yang kita duga. Kalo kata pepatah orang sono: Don't underestimate yourself, your body is much more capable than you think it is. Nah perasaan pas nyentuh garis finish itu puasnya tidak terkatakan, priceless. Bagai agen MLM yang baik, saya service para newbie ini pol-polan sampai rela antri demi mengambilkan race pack mereka.

Jika bukan karena teman-teman, saya mungkin akan melewati race ini karena ankle masih belum 100% pulih dan pas pula bertepatan pula dengan kedatangan tamu hari kedua. Tanggung jawab moral cuy... Bisa diamuk massa kalo provokator kabur di hari h. Waktu register dulu saya mentargetkan waktu finish di kisaran 27 menitan. Tapi kondisi terakhir yang tidak fit ini saya turunkan target yang penting finish gak pakai ambulance.

Oke, saya review sedikit tentang ajangnya sendiri. Seperti di seri sebelumnya Samsung #S4RunSeries cukup rapi penyelenggaraannya. On time, jelas petunjuknya, marshalnya cukup banyak dan (untuk yang 5K) jumlah km-nya tepat. Disayangkan tidak ada tempat sampah sekitar water station sehingga air dan gelas plastik mengotori jalan. Rute yang diambil relatif baru, lumayan memberikan pengalaman lain. Sebetulnya rutenya disitu-situ saja namun panitia cukup pandai mengatur flow-nya sehingga terlihat tetap rapi. Area finish line di GOR Sumantri cukup ideal sehingga tidak terjadi penumpukan massa. Satu hal yang menyenangkan di seri ini adanya booth Voltaren yang menyediakan pijit gratis. Booth lainpun banyak yang menarik sehingga memberikan kesan meriah.

Pepatah don't underestimate yourself rupanya kena ke diri saya juga. Biasanya kalau lagi datang bulan suka lemas dan pusing tapi anehnya ketika lari hilang semuanya. Catatan waktunya pun tak seburuk yang saya perkirakan sebelumnya. Memang sih jauh lebih buruk dari rekor pribadi namun berhasil menaklukan rintangan dari badan sendiri jadi kepuasaan tersendiri.

Bagaimana dengan teman-teman pemula? Dari 12 yang daftar ada 2 orang yang batal ikut race karena ada urusan keluarga mendadak dan 1 orang gagal start karena kelamaan cari parkir. Ke-9 debutan semuanya berhasil finish dengan selamat.  Semuanya merasa senang bisa finish dibawah 1 jam bahkan ada beberapa yang mengaku jadi kecanduan pingin ikut race lagi. Voila... Racun mulai bekerja... Senangnya...
Sayangnya kami gagal berkumpul rame-rame buat foto bersama :(

Galery foto bisa ditengok disini

Wednesday, October 16, 2013

Allianz Jakarta Heart Run 2013


Allianz Jakarta Heart Run (AJHR) adalah ajang lomba lari nostalgia buat saya. Di AJHR 2012lah pertama kalinya saya mengikuti lomba lari jalan raya dan langsung merasakan sensasi runner's high yang bikin kecanduan. Maka ketika mengetahui pendaftaran AJHR 2013 dibuka saya kembali mendaftarkan diri untuk nomor 5Km..

AJHR 2013 dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober. Saya akan mencoba membuat perbandingan ajang AJHR 2012 dengan AJHR 2013.


1. Proses Pendaftaran
Untuk proses pendaftaran hampir sama dengan tahun lalu bisa online dan offline. Yang lain untuk tahun ini peserta yang sudah daftar namanya tercantum di situs AJHR.


2. Race Pack
Tahun ini race pack-nya lebih oke punya. Kaus lari masih sama dari Reebok tapi sekarang sudah bisa memilih ukurannya mulai dari S sampai XL. Bib tahun ini sudah dilengkapi dengan RFID Tag System.


3. Persiapan Dan Start
Jika tahun lalu garis start/finish AJHR dilaksanakan di sekitar silang Monas, tahun ini pindah ke plasa selatan GBK. Sama seperti tahun lalu, tak sulit menemukannya sebab cukup banyak petunjuknya. Lantaran tahun lalu pelaksanaan AJHR sangat molor maka kali ini saya datang agak siang. Nyaris jam setengah 7. Ternyata peserta AJHR rajin-rajin datang pagi sehingga saya kebagian posisi start di barisan belakang. Menurut jadwal, nomor 10km start pada pukul 6.30. Mulanya saya pesimis akan ketepatan waktu sebab pada pukul 6.25 baru mulai aneka sambutan. Namun rupanya para pemberi sambutan hanya pidato tak lebih dari 3 kalimat sehingga pukul 6.33 rombongam pelari 10km bisa dilepas. Seharusnya pelari 5km start pada pukul 6.45 namum ternyata jam 6.35 bendera start sudah dikibarkan. Sepintas tampak baik karena lebih cepat dari jadwal (tumben) tapi sebetulnya ini awal dari kekacauan.


4. Pelaksanaan Lomba
Memulai lomba dari barisan belakang merupakan sebuah perjuangan apalagi jalur di jalan Pintu 1 GBK sempit sehingga sulit untuk menyalip. Tahun lalupun saya mulai dari belakang namun jalan Thamrin yang lebar sangat memungkinkan untuk bermanuver ke kiri dan kanan. Keadaan diperparah akibat jarak start 5Km dan 10km yang terlalu berdekatan. Setelah melewati beberapa peserta 5km ternyata harus berhadapan dengan rombongan 10km terbelakang.

Memasuki jalan Asia Afrika dan Gerbang Pemuda harapan untuk mendapatkan ruang yang lebih lebar tidak terwujud. Rupanya kedua jalan tersebut tidak ditutup total, AJHR hanya menggunakan 1 jalur saja. Di jalur sempit ini terjadi penumpukan peserta 5km dengam 10km. Kondisi ini selain merusak pace juga membuat peserta jadi harus extra waspada karena di sisi sebelah jalur lari banyak kendaraan lalu lalang. Tak ada tali atau cone atau alat apapun yang memisahkan jalur pelari dengan jalur kendaraan, situasi yang amat membahayakan peserta. Tapi itu belum puncaknya bahaya. 

Menjelang fly over JCC jalanan menyempit, alhasil pelari dan kendaraan mulai rebutan jalan. Demi keamanan, saya memilih untuk naik ke trotoar yang berarti harus mengurangi kecepatan karena banyak pelari lain yang naik ke trotoar juga. Marshal? Ada sih tapi di titik ini dia ada di pinggir jalan dan tak berdaya. Di U turn fly over JCC adalah tempat putar balik peserta sekaligus lokasi check point. Disinilah terjadi rebutan gantungan penanda telah melewati check point karena kurangnya marshal yang bertugas disitu. Ketidaksigapan petugas air minum juga amat sangat menghambat peserta. 

Sebetulnya setelah memasuki jalan Asia Afrika arah balik kepadatan peserta lari mulai berkurang sehingga saya berencana menambah pace untuk memperbaiki waktu yang banyak terbuang oleh hambatan sebelumnya, namun sayangnya napas sudah memendek. Padahal baru berlari sekitar 3km lebih, sepertinya saya terlalu banyak menghirup polusi kendaraan bermotor.

Jika di race tahun lalu merasakan sensasi runner's high maka di lomba kali ini justru saya merasakan frustasi. Tepatnya saat kembali ke jalan Pintu 1 GBK, disini jalanan kembali menyempit dan tak steril dari kendaraan. Beberapa kali harus berjalan dan bahkan berhenti karena terhalang oleh kendaraan yang keluar-masuk komplek GBK. Tekad untuk memperbaiki catatan waktu buyar sudah. Yang tersisa hanyalah niat cukup sampe finish dan ambil medalinya saja. Setibanya di garis finish saya melirik ke timer dan hasilnya memang
lebih buruk dari tahun lalu.


5. Area Finish dan Refreshment
Area finish cukup lebar dan relatif bersih dari kerumunan karena finisher langsung diarahkan ke area refreshment. Disana sudah tersedia minumam dan pisang serta petugas pembagi medal. Selanjutnya peserta bisa main-main ke booth sponsor yang mengadakan aneka kegiatan berhadiah. Kekesalan agak terobati oleh medali finisher yang keren. Paling keren dari yang pernah saya dapat.


Sebetulnya secara umum AJHR sudah banyak peningkatan dari tahun lalu. Hanya saja pemilihan rute lomba yang kurang tepat menjadi cacat yang fatal.

Monday, September 30, 2013

FX Sunday Fun Run

Race yang berselang 3 minggu dari race sebelumnya di tempat yang sama. (Jadi ya masih kebayang-bayang race sebelumnya :p) Kali ini start dan finish tepat di depan Lobby FX. 

Yang paling diinget dari race ini adalah garis finish yang berantakan. sorry to say. Finisher masuk dari pintu FX Senayan, naik ke arah Lobby. Saat gw finish sudah banyak finisher yang udah duluan finish duduk-duduk dan foto-foto di sana. Sehingga bikin bingung dan rame banget. Setelah garis finish pun medali gak langsung dibagiin. Perlu antri buat ambil buah, minum dan medali. Bener-bener antri lho. Stop and queued. Lah abis lari 10k langsung berenti antri, mau bikin keram?? Banyak finisher bingung pas di finish, dikira udah finish udah ngobrol-ngobrol ternyata belom ngelewatin timer. Ada juga yang finish lewat tangga pejalan kaki, bukannya masuk dari pintu senayan.

Jadi ya, balik lagi race sebelumnya di tempat yang sama jauh lebih rapih.


See you at the next race. ;)

Wednesday, August 28, 2013

Independence Day Run 8K

Independence Day Run 17K & 8K
Ini pertama kalinya saya ikut serta race yang gratisan setelah kemarin harus pass Jakarta-Milo 10K. Race yang diselenggarakan oleh Garuda Finishers dan disponsori oleh BRI dengan EO IM Road Runner ini sempat mengundang sedikit 'keributan' di jagat dunia maya, karena banyak account nomor pendaftaran yang tiba-tiba berganti nama pemilik.

Persisnya begini: setelah melakukan pendaftaran via web di sini, setiap peserta mendapatkan e-mail konfirmasi berisi link yang ada detail peserta antara lain nama, alamat, nomor telepon, alamat e-mail, dan nomor KTP-nya yang harus dicetak untuk mengambil racepack. Beberapa hari sebelum hari H, ketika beberapa orang hendak mencetak e-mail konfirmasi itu, tiba-tiba link yang dilampirkan berubah isi menjadi nama, alamat, alamat e-mail, nomor HP, dan nomor KTP orang lain. Dengan kata lain, nomor pendaftarannya berpindah tangan. Ini terjadi juga pada saya :'(

Untungnya, permasalahan dapat diatasi dengan mendaftar ulang, dan prosedur pendaftarannya pun memang mudah dan cepat. Hanya saja, saya kasihan terhadap beberapa orang yang (mungkin) tidak sadar akan kejadian ini, lalu haknya untuk mengikuti race jadi dibatalkan. Tapi ada atau tidak yang mengalami kejadian seperti itu, saya tidak tahu.

Yang saya tahu, pada hari dan jam yang dijadwalkan (25 Agustus 2013, 06:00), wilayah di sekitar Istana Negara RI yang ditunjuk menjadi start pen, sudah dilauti manusia-manusia dengan kaos peserta (non dri-fit, bahan kaos biasa), terutama yang berkaos putih. Lautan manusia ini sudah terlihat dari Stasiun Gambir sejak pukul 05:30 ketika saya memarkir kendaraan. Jadi, tidak takut menyasar :D

Menuju Start dari Arah Stasiun Gambir
Untuk menuju start pen, setiap peserta harus melewati pemeriksaan berupa 4 metal detector, sementara wilayah di sekitar Istana Negara RI tertutup pagar rapat-rapat. Alhasil, penuh sesak luar biasa orang-orang yang mau melewati metal detector tersebut. Untungnya, tidak ada kerusuhan atau hal-hal lain yang tidak diinginkan. Setelah melewati metal detector pun suasana jadi lebih nyaman dengan lokasi yang cukup lengang untuk melakukan warming up.

Sebelum race dimulai, seluruh peserta diajak untuk menyaksikan upacara pengibaran bendera merah-putih yang memang diadakan setiap pagi di Istana Negara RI. Cukup merinding rasanya, namun beberapa orang tetap lebih memilih untuk stretching daripada menyanyikan Indonesia Raya. Setelah upacara selesai, MC memanggil peserta yang mengikuti race 17K untuk start, disusul oleh peserta 8K (dan beberapa peserta 17K yang 'terjebak' di antara para peserta 8K).

MC juga menyebutkan bahwa peserta yang terdaftar untuk 17K ada sekitar 5.000 orang, dan peserta 8K sekitar 40.000 orang. Entah benar atau tidak, yang jelas memang di sepanjang Jalan Thamrin-Sudirman, saya sulit menemukan orang yang tidak mengenakan kaos peserta Independence Day Run. Lautan manusia!
Kaos Putih Memenuhi Jalan Thamrin-Sudirman
(Sumber: Facebook IndoRunners oleh Peter Wijaya)
Dengan jumlah peserta sebanyak itu dan biaya pendaftaran yang gratis, tentunya kualitas berjalannya acara sebagai race tidak sebonafid acara-acara race lain. Jumlah race marshall terasa kurang, bahkan di rute 8K. Banyak peserta 8K yang putar balik sebelum mencapai kilometer ke-4, dan bahkan banyak yang memulai start dari Bundaran HI karena terlambat dan jalan menuju start pen sudah ditutup oleh panitia. Belum lagi masalah sampah gelas minum & kulit pisang yang ramai dibicarakan memenuhi water station (KM 2.5, 5, dan 7) dan finish line.
Sampah Gelas Air Mineral di Sekitar Water Station
(Sumber: Facebook Indo Runners oleh Wulan Apriliani)
Medali hanya disediakan dalam jumlah terbatas, yaitu untuk 1.000 finisher pertama. Entah maksudnya 500 medali untuk 8K dan 500 untuk 17K atau 1.000 medali untuk masing-masing nomor. Setelah finish, peserta disuguhi hiburan di panggung, salah satunya pertunjukan tarik suara dari Presiden RI, Pak SBY.

Overall, sebagai sebuah race acara ini sangat jauh dari baik. Tapi, ternyata berlari di antara puluhan ribu orang menimbulkan kesan tersendiri. Meskipun sering harus ber-zigzag-ria menghindari orang-orang yang berjalan (bahkan sejak start, dan beberapa meter sebelum garis finish) (bahkan saya harus agak meneriakkan 'Permisi! permisi!' ketika meningkatkan pace menuju finish karena sebagian besar orang justru memilih untuk berjalan semakin santai...), saya bersyukur masih banyak orang di Jakarta yang berminat untuk berpartisipasi dalam acara yang kental dengan nuansa sehat.
Tidak Sengaja Bertemu Teman SMA yang Finish Berdekatan :D
See you at the next race!

Monday, August 26, 2013

Garda Medika 10k

Garda Medika 10k, 25 Agustus 2013
Start dan Finish di Grha Asuransi Astra, Lebak Bulus.
Menurut web pendaftaran jumlah pelari yang terdaftar 349 orang. 
Registration fee Rp 150,000 (10k)
Race management by Mesa Race


Race Pack
isi race pack ada brosur sponsor, tempelan kulkas garda medika, kaos drifit dari print2gocreative.com, BIP yang udah ditempel timing chip dari mylaps.

D-Day

Parkir mobil
sampe di lokasi jam 5.40 dan udah gak dapet parkir di dalem Grha Asuransi Astra. Sedangkan untuk menuju lokasi parkir alternatif yang disediakan panitia, lumayan macet. Daripada terlambat start, kita parkir di pelataran warung di belakang Grha. 

Toilet portable
IMHO, very useful. apa lagi buat gw yang banyak minum sebelum start pasti musti kosongin bladder dulu. :p

Start molor 2 menit. masih acceptable.

Marshal
Marshals-nya menjalankan tugas dengan baik. Terutama di jalan arteri TB Simatupang dan pas pelari mau nyebrang. Ngejagain pelari, ngarahin kendaraan supaya tetep di lajur kanan, dan nyemangatin pas udah deket finish :')

Water station
koreksinya cuman lokasi yang gak merata. Awalnya ada banyak, tapi pas masuk kawasan perumahan sama sekali gak ada water station, ketemu lagi di pinggir sekolah don bosco (sekitar KM6.5, cmiiw). Airnya udah dituang di gelas plastik, setengah penuh. which is great. karena runner gak perlu repot buka gelas/botol dan jumlahnya gak bikin nyisa yang akhirnya dibuang ke jalan dan bikin becek/licin.

Rute
Ini rute yang ada di web (10km)

Ini rute dari endomondo, pake Garmin FR 110 (9.27km)

Rute banyak ngelewatin perumahan pondok indah: rumah guede, jalan lebar, pohon rindang, banyak anjing :)) pas di jalan arteri sekitar KM 7 banyak ada beberapa alat berat dan sebagian badan jalan dibenerin bikin lintasan pelari cukup sempit. Again, thanks to marshals yang tetep ngejagain supaya kendaraan tetap di lajur kanan. 

Finish
sebelum masuk pager Graha udah banyak marshal yang "menyambut" dan nyemangatin. lewat garis finish, dikasih medali dan BIP dikasih tanda cross. Lalu ada free flow of banana dan air mineral.


Garda Medika 10k

it's a wrap!

see you at the next race.